Pernah merasa betis dan bahu terasa kaku sehari setelah main badminton, padahal saat main tidak terasa cedera apa pun? Ini bukan tanda ada yang salah dengan tubuhmu. Kondisi ini punya nama, yaitu DOMS atau Delayed Onset Muscle Soreness, dan hampir semua pemain badminton pernah mengalaminya, dari pemula sampai yang sudah rutin latihan bertahun-tahun.
Menurut penjelasan IDN Times soal DOMS, nyeri jenis ini biasanya muncul 12 sampai 24 jam setelah berolahraga, disebabkan oleh robekan mikro pada serat otot akibat latihan intens, bukan cedera akut yang terasa langsung saat aktivitas berlangsung.
Kenapa Badminton Termasuk Olahraga yang Rawan Bikin Pegal
Dibanding olahraga lari atau bersepeda yang gerakannya lebih konstan, badminton punya karakter gerakan yang jauh lebih eksplosif dan tidak terduga. Setiap kali harus lunge ke depan mengejar drop shot, berhenti mendadak, lalu langsung meledak lagi ke arah berlawanan untuk smash, otot-otot di betis, paha, dan bahu bekerja jauh lebih keras dibanding aktivitas sehari-hari.
Pola gerak berhenti-mulai yang berulang inilah yang mempercepat munculnya micro-tear pada serat otot seperti dijelaskan di atas, sehingga rasa pegal biasanya baru terasa keesokan harinya, bukan saat itu juga. Ini kenapa banyak pemain justru merasa baik-baik saja selesai main, tapi paginya susah turun tangga karena betis kaku.
Bagian Tubuh yang Paling Sering Kena
Tiga area yang paling umum dikeluhkan pemain badminton setelah sesi latihan atau tanding:
- Betis, akibat gerakan split step dan lunge berulang
- Bahu dan lengan atas, dari gerakan smash dan clear yang membutuhkan ayunan kuat
- Paha bagian belakang, karena perubahan arah mendadak saat mengejar shuttlecock
Kalau rasa pegal ini muncul di area-area tersebut sehari setelah main, kemungkinan besar itu memang DOMS biasa, bukan tanda cedera yang perlu dikhawatirkan.
Cara Meredakan Pegal Linu Setelah Main Badminton
Beberapa langkah sederhana yang bisa membantu meredakan pegal setelah bermain:
- Pendinginan (cooling down) setelah main, jangan langsung berhenti total begitu pertandingan selesai. Jalan santai beberapa menit membantu sirkulasi darah kembali normal secara bertahap.
- Peregangan ringan pada otot yang paling banyak bekerja, terutama betis dan bahu, membantu mengurangi ketegangan otot sebelum sempat kaku.
- Istirahat cukup, karena proses pemulihan otot memang butuh waktu, bukan sesuatu yang bisa dipaksa cepat selesai.
- Konsumsi jamu tradisional untuk membantu meredakan pegal linu, seperti yang sudah lama dipakai turun-temurun untuk kondisi pegal akibat aktivitas fisik.
Untuk pilihan yang terakhir, kamu bisa coba jamu pegal linu usai olahraga dari Zuo Hao Shi, yang diformulasikan dari bahan herbal untuk membantu meredakan pegal dan linu pada otot setelah beraktivitas fisik, termasuk setelah main badminton.
Kapan Pegal Linu Justru Perlu Diwaspadai
Penting dibedakan antara pegal biasa akibat DOMS dengan nyeri yang menandakan cedera sungguhan. Kalau rasa sakit disertai bengkak, memar, atau rasa nyeri tajam yang justru memburuk dari hari ke hari alih-alih membaik, itu bukan lagi pegal biasa dan sebaiknya diperiksakan ke tenaga medis, bukan cuma diatasi dengan istirahat dan jamu saja.
Kesimpulan
Pegal linu setelah main badminton itu wajar dan hampir pasti dialami siapa pun yang main dengan intensitas cukup tinggi, apalagi kalau baru kembali aktif setelah lama tidak latihan. Yang penting, kenali bedanya dengan tanda cedera serius, dan kasih tubuh waktu serta bantuan yang tepat untuk pulih, termasuk lewat solusi alami pegal otot yang praktis dikonsumsi setelah sesi latihan, supaya bisa balik main tanpa was-was minggu depannya.









