Main badminton sering baru terasa efeknya setelah keluar lapangan. Saat bermain, badan masih panas dan fokus mengejar shuttlecock. Tapi begitu selesai, paha mulai berat, betis terasa ketarik, bahu pegal karena banyak smash, atau pergelangan tangan terasa kurang nyaman.
Kadang, ada juga nyeri dan memar kecil karena salah tumpuan, jatuh ringan, terbentur raket, atau terkena shuttlecock cukup keras. Untuk keluhan ringan seperti ini, gel pereda nyeri memar, salep, koyo, atau balm bisa dipertimbangkan. Namun, tetap penting untuk tahu cara penanganan awalnya agar tidak asal oles.
Kenapa Nyeri dan Memar Bisa Muncul Setelah Badminton?
Badminton punya banyak gerakan cepat. Pemain perlu maju-mundur, bergerak menyamping, melakukan lunge, melompat, lalu berubah arah dalam waktu singkat. Dalam satu rally saja, kaki, bahu, punggung, pinggang, dan pergelangan tangan bisa bekerja cukup intens.
Gerakan seperti smash, drive, drop shot, dan lob juga bukan hanya soal ayunan tangan. Tubuh perlu menjaga keseimbangan, timing, dan posisi kaki yang tepat. Kalau permainan berlangsung lama, atau kamu baru main lagi setelah lama absen, rasa pegal biasanya lebih terasa.
Memar biasanya muncul karena benturan ringan. Misalnya kaki terbentur raket, lutut menyentuh lantai saat mengejar shuttlecock, atau badan bertabrakan dengan partner saat main ganda. Memar ringan biasanya tampak kebiruan atau keunguan, dan terasa nyeri saat ditekan.
Sebelum Pakai Gel atau Salep, Lakukan Ini Dulu
Kalau nyeri muncul setelah main, istirahatkan dulu area yang terasa sakit. Jangan langsung memaksa latihan lagi jika kaki, bahu, atau lengan masih nyeri saat digerakkan.
Untuk memar atau bengkak ringan, kompres dingin bisa dilakukan di awal. Gunakan kain sebagai pelapis agar es tidak langsung menyentuh kulit. Hindari memijat keras area yang baru memar, karena bisa membuat area tersebut makin tidak nyaman.
Kalau rasa nyeri mulai berkurang, peregangan ringan boleh dilakukan pelan-pelan. Jangan memaksakan gerakan yang membuat nyeri bertambah. Hindari juga penggunaan gel, salep, balm, atau minyak gosok pada kulit yang luka, lecet, atau terbuka.
Pilihan Produk Oles Sesuai Keluhan Setelah Badminton
Produk oles setelah olahraga sebaiknya dipilih sesuai keluhan. Nyeri dan memar akibat benturan ringan, pegal otot, serta rasa kaku setelah bermain bisa membutuhkan pendekatan yang berbeda.
1. Untuk Nyeri dan Memar Akibat Benturan Ringan
Kalau keluhan utamanya adalah nyeri dan memar akibat benturan ringan saat badminton, gel pereda nyeri memar bisa menjadi salah satu pilihan. Misalnya setelah lutut terbentur lantai, kaki terkena raket, atau badan jatuh ringan saat mengejar shuttlecock.
Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan adalah Thrombovoren Emulgel. Produk ini merupakan emulgel topikal yang mengandung Heparin sodium 200 IU dan Diclofenac diethylamine 11,6 mg, setara dengan 10 mg diclofenac sodium.
2. Untuk Paha, Betis, atau Bahu yang Pegal
Setelah main beberapa set, area yang sering terasa pegal biasanya paha, betis, bahu, punggung, dan lengan. Ini wajar, terutama kalau banyak melakukan footwork, jumping smash, atau rally panjang.
Untuk keluhan seperti ini, sebagian orang memilih gel pereda nyeri otot. Contoh brand yang cukup dikenal di kategori ini adalah Voltaren Emulgel atau Voltadex Gel. Produk seperti ini umumnya digunakan pada area otot atau sendi yang terasa nyeri ringan.
Tetap baca aturan pakai sebelum menggunakan. Jika kulit terasa panas berlebihan, gatal, atau muncul iritasi, sebaiknya hentikan pemakaian.
3. Untuk Otot Kaku Setelah Main
Kalau keluhan lebih terasa seperti badan kaku setelah main malam atau setelah latihan intens, krim hangat, balm, atau minyak gosok sering jadi pilihan yang familiar.
Contohnya seperti Counterpain Cream, Balsem Otot Geliga, atau produk balm sejenis. Sensasi hangatnya bisa membuat area seperti bahu, punggung bawah, atau betis terasa lebih nyaman.
Namun, rasa hangat bukan berarti cedera langsung sembuh. Produk seperti ini juga belum tentu cocok untuk memar baru, area yang masih bengkak, atau kulit sensitif. Gunakan secukupnya dan jangan dioleskan pada kulit yang lecet.
4. Untuk Area Kecil yang Mengganggu Saat Beraktivitas
Koyo atau patch bisa jadi pilihan praktis kalau nyerinya berada di area tertentu, misalnya bahu, punggung bawah, betis, atau lengan. Opsi ini cocok untuk pemain yang ingin tetap beraktivitas setelah main tanpa harus sering mengoleskan produk.
Salonpas adalah salah satu contoh koyo yang cukup familiar. Meski praktis, tetap perhatikan durasi pemakaian dan reaksi kulit. Jika muncul rasa panas berlebihan, kemerahan, gatal, atau perih, sebaiknya lepaskan dan hentikan penggunaan.
Kapan Pemain Badminton Perlu Waspada?
Nyeri ringan setelah badminton biasanya membaik dengan istirahat dan perawatan sederhana. Tapi ada beberapa tanda yang sebaiknya tidak dianggap biasa.
Segera pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika nyeri terasa tajam, bengkak makin besar, memar meluas, atau rasa sakit muncul setelah jatuh cukup keras. Waspadai juga jika kamu sulit berjalan, sulit menggerakkan tangan, muncul kebas atau kesemutan, atau nyeri tidak membaik setelah beberapa hari.
Badminton memang seru, apalagi saat rally sedang panjang dan permainan makin intens. Tapi tubuh tetap perlu didengarkan. Gel, salep, koyo, atau balm bisa membantu keluhan ringan setelah bermain, tetapi bukan pengganti pemeriksaan medis jika gejalanya berat atau tidak kunjung membaik.









